Assalamu’alaikum Wr.wb.,
Bismillahirrahmanirrahim.....
SALAM HANGAT UNTUK KELUARGA HMI....
Universitas sebagai tempat naungan para kaum intelektual, pencari spesialisasi, yang akan melahirkan regenerasi untuk mampu melawan tantangan dunia dan perkembangannya. Dengan tujuan yang mulia di masa mendatang sebagai pengabdi di lingkungan masyarakat yang sebelumnya telah dibekali dengan 2 poin tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan penelitian.
Harapan di atas sebenarnya tidak terlepas dari peran dari universitas sebagai institusi yang memegang kebijakan sentral. Universitas dengan segala kebijakan seakan telah melupakan atau mengkerdilkan pendidikan agama. Bayangkan hanya tersedia 2 sks untuk memberikan nilai-nilai mendasar tentang prinsip dan keyakinan religius.
Sekarang, mahasiswa untuk dituntut untuk lebih berperan dalam mencari dan memperoleh pengetahuan akan hal itu. akan tetapi banyak dari mahasiswa tidak menyadari ini dan tidak menggangap hal ini sebagai keperluan persoanal. Sehinga wajar bila saat ini banyak dari mahasiswa tidak bisa memahami perkembangan dan tergoda untuk melakukan maksiat karena kurang dibantengi dengan nilai agamais.
Islam sebagai dinul haq, dengan ajaran universal meliputi semua aspek kehidupan dengan menanamkan ajaran vertikal dan horizontal, tidak hanya saja mengatur hubungan dengan sang khalik (hablum minallah) akan tetapi dengan hubungan antar sesama manusia (hablum minannass). kesempurnaan hidup terukur dari personality manusia yang integratif antara dimensi dunia dan ukhrawi, individu dan sosial, serta iman, ilmu dan amal yang semuanya mengarah terciptanya kemaslahatan hidup di dunia baik secara individual maupun kolektif.
Kesempurnaan hidup itu terwujud dengan penerapan yang kontinuitas dalam setiap aktivitas. Dalam lingkuangan kampus, mahasiswa lah yang menjadi khalifah sebagai pemimpin bagi diri sendiri dan senantiasa mengajak kepada kebenaran.
Berdasarkan problematika dan tantangan yang diawal telah disampaikan, mahasiswa tidak tinggal diam melihat keadaan negara yang rusak tanpa bermoral, kondisi umat islam yang semakin jauh dari tuntunannya dan lingkungan kampus dengan kebijakan ‘membatasi” telah melahirkan gerakan yang mulia yang dipelopori oleh seorang mahasiswa tingkat satu telah melahirkan suatu organisasi untuk mendukung dan merevitalisasi ajaran keislaman di lingkungan kampus, dimana perjuangan beliau masih ada sampai sekarang. Organisasi itu adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara telah berdiri organisasi “anak bangsa” dan “anak islam” yaitu HMI Komisariat Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara sebagai bentuk dakwah di lingkungan kampus.
Himpunan mahasiswa islam yang memiliki peran sebagai organisasi perjuangan harus memiliki basis keislaman yang kuat sehingga setiap kader organisasi dalam pelaksanaan dakwah islam mampu tabligh kebenaran. Peran HMI dirumuskan dalam Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang mengambil referensi dari Al-Qur an dan Assunnah.
Nilai Dasar Perjuangan (NDP) dalam pemahaman memaknai perjuangan sebagai alat untuk mentransformasikan nilai nilai ke-Islaman yang membebaskan (liberation force), dan memiliki kerberpihakan yang jelas terhadap kaum tertindas (mustadhafin).
"to be continue......!!!"
Ditulis oleh : Syumarlin Barat
BAHAGIA HMI YAKIN USAHA SAMPAI.....!!!


No Response to "HMI dan Relevansi Keislaman di Dunia Kampus"
Posting Komentar